Pengenalan Mikroprosessor


MICROPROSESSOR
Mikroprosesor adalah suatu chip (IC = Integrated Circuits) yang didalamnya terdapat rangkaian ALU (arithmetic-logic unit), rangkaian CU (control unit), dan register-register. Beberapa jenis mikroprosessor yaitu:
1.             Microprosessor 8085
Mikroprosessor 8085 mempunyai 10 buah register yang dapat diisi oleh programmer secara langsung, dimana 6 buah register ini dapat disusun membentuk 6 buah register 8 bit atau 3 buah register 16-bit. 4 Register yang lain adalah merupakan register khusus yang disusun seperti pada gambar.

Intel 8085 merupakan mikroprosesor kelanjutan dari mikroprosesor sebelumnya yang sangat sukses di pasaran, yaitu mikroprosesor Intel 8080A. Diberikan nama 8085 karena mikroprosesor ini merupakan mikroprosesor pertama Intel yang hanya memerlukan tegangan 5 volt. Mikroprosesor 8085 100% sesuai secara software dengan mikroprosesor 8080A dengan peningkatan kinerja sistem. Mikroprosesor 8085 awal dibuat berdasarkan teknologi NMOS dan kemudian versi “H” yang berdasarkan pada teknologi HMOS.
Mikroprosesor 8085 menyertakan semua fitur chip 8224 sebagai pembangkit clock dan chip 8228 sebagai pengontrol sistem sehingga meningkatkan level penyatuan sistem. Mikroprosesor 8085 jika disatukan dengan chip RAM 8156 dan ROM/PROM 8355/8755 akan menjadikannya sebuah sistem yang lengkap. Mikroprosesor 8085 menggunakan Bus Data termultipleks dan membutuhkan dukungan chip 825X-5. Alamat terbagi dua menjadi bus alamat 8-bit dan bus data 8-bit. Pengunci alamat dalam chip dari chip memori 8155/8355/8755 menjadikannya dapat langsung berhubungan dngan mikroprosesor 8085. Mikroprosesor Intel 8085 digunakan pada komputer Radio Shack TRS-80 Model 100 dan 200 serta pada CompuPro 8/16.

Arsitektur Microprosesor 8085
1.1         Memori
Memori program, data dan stack menempati ruang memori yang sama. Ukuran memori keseluruhan yang dapat dialamati adalah 64 KB. Memori program-program bisa berlokasi dimanapun dalam memori. Instruksi lompatan, pencabangan dan pemanggilan menggunakan alamat 16-bit, dimana instruksi-instruksi tersebut dapat digunakan untuk melompat/ bercabang ke manapun dalam lokasi memori 64 KB. Semua instruksi lompatan/ pencabangan menggunakan pengalamatan absulot.
Memori data prosesor selalu menggunakan alamat 16-bit sehingga data dapat ditempatkan dimana saja. Memori stack hanya dibatasi oleh ukuran memori. Stack tumbuh ke arah bawah. 64 byte pertama dari halaman memori nol hendaknya dicadangkan sebagai vektor yang akan digunakan oleh instruksi RST.
1.2         Interupsi
Prosesor memiliki 5 interupsi. Interupsi-interupsi tersebut dijelaskan di bawah ini sesuai dengan prioritasnya (dari prioritas terendah ke prioritas tertinggi):
a.             INTR adalah jenis interupsi yang sesuai dengan interupsi maskable 8080A. Ketika terjadi interupsi, prosesor mengambil satu buah instruksi dari bus yang ada.
b.             RST5.5 adalah interupsi maskable. Ketika interupsi diterima prosesor menyimpan isi register PC ke dalam stack dan mengambil alamat 2Ch (hexadecimal).
c.             RST6.5 adalah interupsi maskable. Ketika interupsi diterima prosesor menyimpan isi register PC ke dalam stack dan berpindah ke alamat 34h (hexadecimal).
d.             RST7.5 adalah interupsi maskable. Ketika interupsi diterima prosesor menyimpan isi register PC ke dalam stack dan berpindah ke alamat 3Ch (hexadecimal).
e.             Trap adalah interupsi non-maskable. Ketika interupsi diterima prosesor menyimpan isi register PC ke dalam stack dan berpindah ke alamat 24h (hexadecimal).
1.3         Port I/O
a.             256 port input
b.             256 port output
1.4         Register
Akumulator atau register A merupakan sebuah register 8-bit yang digunakan dalam operasi aritmatika, logka, I/O dan operasi muat/simpan (load/store). Flag adalah sebuah register 8-bit yang terdiri atas 5 flag 1-bit:
a.             Tanda (Sign) – di-set jika bit tertinggi hasil di-set.
b.             Nol (Zero) – di-set jika hasilnya nol.
c.             Auxiliary carry – di-set jika ada pengambilan dari bit 3 sampai bit 4 dari hasil.
d.             Parity – di-set jika paritas (jumlah set bit dalam hasil) genap.
e.             Carry – di-set jika terjadi pengambilan selama penambahan atau peminjaman selama pengurangan/perbandingan.
1.5         Register Umum
a.             Register B 8-bit dan C 8-bit bisa digunakan sebagai pasangan register BC 16-bit. Ketika digunakan sebagai pasangan register C berisi byte rendah. Beberapa instruksi menggunakan register BC sebagai penunjuk data.
b.             Register D 8-bit dan E 8-bit bisa digunakan sebagai pasangan register DE bit. Ketika digunakan sebagai pasangan register E berisi byte orde rendah. Beberapa instruksi menggunakan pasangan register DE sebagai penunjuk data.
c.             Register H 8-bit dan L 8-bit bisa digunakan sebagai pasangan register HL 16-bit. Ketika digunakan sebagai pasangan register L berisi byte orrde rendah. Register HL biasanya berisi penunjuk data ke alamat memori referensi.
d.             Stack pointer adalah register 16 bit. Register ini selalu ditambah atau dikurangi dengan 2.
e.             Pencacah Program merupakan register 16-bit.
1.6         Kumpulan Instruksi
Kumpulan instruksi mikroprosesor Intel 8085 terdiri atas instruksi-instruksi berikut ini:
a.             Instruksi pemindahan data.
b.             Aritmatika – tambah, kurangi, naikkan 1 dan turunkan 1.
c.             Logika – AND, OR, XOR dan putar.
d.             Transfer kontrol – conditional, unconditional, pemanggilan subrutin, kembali dari subroutine dan restart.
e.             Instruksi Input/Output.
f.              Lainnya – pengesetsan/ penghapusan bit flag, pengaktifan/ penonaktifan interupsi, operasi stack, dan lain sebagainya.
1.7         Mode Pengalamatan
a.             Register – menunjukkan data di dalam register atau pasangan register.
b.             Register tidak langsung – instruksi menyebutkan pasangan register yang berisi alamat dimana data ditempatkan.
c.             Langsung.
d.             Cepat – 8 atau 16-bit data.

2.             Microprosessor 8086/ 8088
Mikroprosesor 8088 mulai diperkenalkan oleh Intel Corporation pada tahun 1978. Mikroprosesor ini mengawali sejarah perkembangan mikroprosesor Intel selanjutnya, seperti 80186, 80286, 80386, 80486, Intel Pentium I, sampai yang sekarang Intel Pentium IV. Semua instruksi yang terdapat pada mikroprosesor 8088 sepenuhnya dapat dijalankan pada mikroprosesor-mikroprosesor Intel tersebut. Microprocessor 8088 merupakan microprocessor 16-bit dengan bus data 8-bit.

Arsitektur Microprosessor 8086/ 8088
2.1         Pin Output
Secara virtual tak ada perbedaan antara microprocessor 8086 dan 8088, keduanya terkemas dalam dual in-line package (DIP) 40-pin. Dimana microprocessor 8086 merupakan microprocessor 16-bit dengan bus data 16-bit, sementara microprocessor 8088 merupakan microprocessor 16-bit dengan bus data 8-bit. Bagaimanapun terdapat perbedaan kecil antara keduanya, yakni pada sinyal kontrol. 8086 memiliki pin M/IO, dan 8088 memiliki pin IO/M. Perbedaan lainnya adalah pada pin 34 chip 8088 terdapat pin SSO sementara pada chip 8086 terdapat pin BHE/S7. Baik 8086 maupun 8088, keduanya membutuhkan catu daya sebesar +5,0 volt dengan toleransi sebesar 10 persen. 8086 menggunakan arus catu hingga 360 mA, sementara 8088 menggunakan arus catu hingga 340 mA. Sistem microprocessor 8086 dan 8088 akan compatible TTL jika kekebalan terhadap noise disesuaikan menjadi 350 mV dari nilai 400 mV yang biasa.
2.2         Catu Daya/ Power Supply DC
Sebuah DC Power Supply atau Adaptor  pada dasarnya memiliki 4 bagian utama agar dapat menghasilkan arus DC yang stabil. Keempat bagian utama tersebut diantaranya adalah Transformer, Rectifier, Filter dan Voltage Regulator.
a.             Karakteristik Input
Karakteristik Input dari mikroprosesor ini sesuai untuk semua komponen logika standar yang ada, mikroprosesor-mikroprosesor ini kompatibel dengan semua komponen logika standar yang tersedia saat ini. Berikut ini merupakan table level tegangan input dan persyaratan arus input untuk semua pin input pada kedua mikroprosesor. Level arus input sangat kecil karena input merupakan koneksi gerbang MOSFET dan hanya mempresentasikan arus yang bocor.

b.             Karakteristik Output
Level tegangan logika 1 pada 8086/ 8088 kompatibel dengan sebagian besar keluarga logika standar tetapi logika 0 tidak. Rangkaian standar logika memiliki tegangan maksimum logika 0 sebesar 0.4V dan 8086/ 8088 memiliki maksimum 0.45V. dengan demikian ada perbedaan 0.05V. Perbedaan ini memperkecil kekebalan terhadap noise dari level standar sebesar 400mV (0.V-0.45V) menjadi 350 mV. Kekebalan terhadap noise adalah perbedaaan antara level tegangan output logika 0 dan level tegangan output logika 1. Oleh karena itu disarankan jangan lebih dari 10 load dari suatu tipe atau kombinasi yang dihubungkan ke suatu pin output tanpa buffer.
2.3         Clock Generator
Clock generator menyediakan 50%  prosesor siklus untuk prosesor yang dilakukannya ini membagi osilator dengan 2 output yang membentuk jam secara simetris. Generator Clock internal menggantikan generator clock 8284 eksternal yang dipakai dengan mikroprosesor 8086/8088. Hal ini memperkecil jumlah komponen pada sistem.  Generator clock internal mempunyai 3 hubungan pin: X1, X2 dan CLKOUT. Pin X1 (CLKIN) dan pin X2 (CLKOUT) dihubungkan ke kristal yang beresonasi dua kali lipat frekuensi oprasi mikroprosesor. Pada versi 8MHz 80186/80188, kristal 16MHz dipasang ke X1(CLKIN) dan X2(OSCUT)
2.4         Bus Buffering dan Latching.
Latch adalah sesuatu setelah diaktifkan memegang nilai untuk waktu yang tak terbatas sebagai panjang memiliki memiliki Vcc dan ground koneksi. Sedangkan buffer adalah sesuatu yang memegang nilai untuk waktu yang terbatas selama Anda perlu membacanya. Ini pada dasarnya dapat menjadi bagian dari sampel dan tahan sirkuit.
Buffer berarti sinyal logika diisolasi dengan penambahan buffer, biasanya gerbang non-pembalik. Hal ini untuk mencegah beban dan efek lainnya pada output dari buffer dari mempengaruhi sinyal di input ke gerbang. Menempel berarti sinyal disimpan dalam gerendel atau flip-flop. Sebuah sinyal clock diperlukan untuk mengontrol kait. Ini akan menjaga sinyal disimpan dalam terlepas elemen memori dari keadaan sinyal. Intinya, mereka proses yang berbeda yang melayani tujuan yang berbeda.
a.             Demultiplexing Bus
Bus alamat atau data pada 8086/8088 dilakukan multiplexing (dipakai bersama) untuk memperkecil jumlah pin yang dibutuhkan untuk IC microprocessor 8086/8088. Karena bus-bus microprocessor 8086/8088 dilakukan multiplexing dan kebanyakan memory dan peralatan I/O tidak, maka sistem haruslah dilakukan demultiplexing sebelum pengantarmukaan dengan memory atau dengan I/O. Proses demultiplexing dilakukan oleh latch 8-bit yang pulsa clock berasal dari sinyal ALE.
b.             Sistem Buffering
Seluruh sistem 8086 atau 8088 harus mempunyai peyangga, jika lebih dari 10 unit di load maka disimpan sementara pada bus-bus pin. Semua Komponen buffer akan menggunakan wawktu tunda pada sistem. Aliran output juga telah di tingkatkan sehingga unit LOAD TTL yang lebih dapat diatur.
c.             Full Buffering
Mikroprosesor 8088 yang ditahan secara penuh/ full buffered. ada delapan pin alamat yang masih ada, A15-A8 menggunakan buffer octal 74LS244, delapan pin data bus D7-D0 menggunakan 74LS245 octal buffer bus dengan satu tujuan dan signal kontrol bus RD, IO/M, dan WR menggunakan buffer 74LS244. sistem 8088 yang ditahan akan memerlukan dua 74LS244 dan satu 74LS245, dan dua 74LS373 tujuannya agar signal DT/R bisa dimungkinkan atau tidak dengan signal DEN.
Mikroprosesor 8086 yang ditahan secara penuh. Pin alamatnya telah ditahan dengan lacth alamat 74LS373 dan data busnya menggunakan dua buah 74LS245 octal buffer bus dengan satu tujuan, dan signal kontrol bus M/IO, RD, WR memggunakan 74LS244. sistem 8086 berbeda dengan sistem 8088. 8086 memerlukan satu 74LS244, dua 74LS245, dan tiga 74LS373 karna 8086 memerlukan lebih banyak bus.
d.             Half Buffering
Sama seperti Full buffering tetapi pada half buffering, tetapi yang membedakan half buffering dan full buffering ada lah jumlah pin yang dipakai, Half buffering hanya memakai setengah pin yang ada di full buffering.
e.             Bidirectional Buffer
Budirectional Buffer adalah informasi yang di transfer dapat berjalan pada dua arah, yang menuju mikroprosesor.
f.              Unidirectional Buffer
Pada dasarnya Unidirectional hanya berjalan pada satu arah saja yang menuju langsung ke mikroprosesor.
g.             Latching
Latching digunakan sebagai elemen penyimpanan data. Penyimpanan data ini digunakan untuk menyimpan keadaan pada ilmu komputer, dan sirkuit ini merupakan logika sekuensial. Saat digunakan di mesin finite-state, hasil keluaran dan state selanjutnya bergantung bukan hanya kepada keadaannya saat ini, namun juga kepada state saat ini (dan, karena itu, masukan sebelumnya). Sirkuit juga dapat digunakan untuk menghitung bunyi teratur dan sinkronisasi sinyal.
h.             D-Lacthing
Latching adalah perangkat elektronik yang dapat digunakan untuk menyimpan satu bit informasi. D latch digunakan untuk menangkap, atau 'latch' tingkat logika yang hadir pada baris data ketika input jam tinggi. Jika data pada baris D perubahan negara sedangkan pulsa clock tinggi, maka output, Q, berikut input, D. Ketika input CLK jatuh ke logika 0, negara terakhir dari input D terjebak dan ditahan di memalangi.

Komentar